Oleh: widodoputra1305 | Juli 22, 2009

Tips Sederhana Untuk Mencegah Flu Babi ( J – Version )

Pencegah Flu babi

Di tahun 2009 ini kita dikejutkan lagi dengan virus terbaru yang dapat menimbulkan penyakit Flu Babi.

Virus flu babi adalah grup dari virus influenza yang dapat menyebabkan flu pada babi, di mana virus yang menyebabkan wabah flu pada manusia ini berasal dari strain virus Influenza A type H1N1. Secara genetik virus ini juga ditemukan sebagai bagian dari flu manusia, atau juga flu burung.

Nah, untuk upaya pencegahan penularan flu babi ini kita dapat melakukan beberapa langkah sederhana, yakni:

1. Jangan berjabatan tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu oleh babi, anda juga akan dianggap orang gila).

2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda gak mau kan dilihat orang sedang berciuman dengan babi?).

3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi.

3. Jangan suka mengucapkan kata babi kepada orang lain (contoh: babi, lu!)

4. Jangan tidur di sebelah babi.

5. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat meng-harvest teman-teman Anda di facebook.

6. Jika Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk babi-babi Anda untuk menutup hidung dan mulutnya bila bersin.

7. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.

8. Jangan mem-forward email ini ke babi-babi, dikhawatirkan mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain.

9. Hindari memakai segala aksesoris babi (kaos gambar babi, anting-anting babi, kalung babi, ikat pinggang sabuk babi, gantungan kunci babi, boneka babi dll), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk membunuhnya.

10. Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera menyadarkan diri dan kembali ke jalan yang benar sebelum tercipta varian baru virus tersebut; flu babi ngepet.

Oleh: widodoputra1305 | Juli 11, 2009

Belajar Hidup Jujur Yuk!

Jujur

Bacaan: Amsal 3:27-35

karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN,

tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

(Amsal bab 3 ayat 32)

Terkadang dari orang-orang sederhana atau yang biasa disebut sebagai wong cilik kita bisa belajar mengenai nilai-nilai kehidupan. Seperti yang saya dapatkan dari seorang bapak yang membuka angkringan dekat kontrakan saya. Angkringan ini sepintas tidak jauh beda dengan yang lainnya, baik dari ragam makanan-minuman yang disediakan, gerobak yang dipakai, atau warna terpal oranye yang menjadi ciri khas angkringan di Kota Gudeg ini. Namun, saya pribadi terkesan dengan kejujuran yang diperlihatkan oleh bapak ini.

Suatu hari, saya membeli satu plastik teh hangat dan mengulurkan uang seribu rupiah untuk membayarnya lalu beranjak pergi. ¨Hei mas, masih ada kembalian tiga ratus.¨ serunya pelan sambil mengulurkan tiga keping uang seratus pada saya. Seketika itu juga, dalam hati saya berkata, ¨Wow, jujur sekali bapak yang satu ini.¨ Dan rupanya tidak hanya sekali itu saya, karena beberapa kali saya membeli di angkringan itu, kejujuran yang sama masih saya lihat dari bapak ini. Sebagai penjual, ketika pembeli memberikan uang lebih, maka biasanya si penjual akan diam saja dan menganggapnya sebagai ¨berkat Tuhan¨. Tapi, bila hal yang sebaliknya terjadi, maka si pembeli menerima uang yang berlebih, maka si penjual yang akan menderita kerugian. Jarang sekali ada yang bertindak seperti penjual angkringan tadi.

Ada upah yang Allah sediakan bagi orang jujur. Firman Tuhan berkata: “Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.” (Ams. 11:11);“Tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat” (Ams. 3:32). Sebaliknya, bagi orang yang berbuat curang dikatakan, “Setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu”(Ul 25:16).

Sahabat RePa, meskipun ada ungkapan yang berkata ¨orang jujur tidak akan kaya¨ atau ¨orang jujur akan mudah ditipu orang¨, ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Yakinlah bahwa Tuhan akan menyertai orang yang hidup jujur. Tetaplah berpegang pada kebenaran firman Tuhan. Jadilah orang jujur dalam berkata-kata, berdagang, dan berbisnis baik di hadapan manusia, terlebih di hadapan Tuhan, yang mana isi hati kita pun terbaca dengan jelas bagi-Nya.(ktn)

Kualitas seseorang ditentukan dari standar yang ditentukannya bagi dirinya, termasuk dalam hal kejujuran.

Oleh: widodoputra1305 | Juli 10, 2009

Duit Pecahan baru Rp. 2000

Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan uang pecahan Rp 2.000 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 ini didominasi oleh warna abu-abu.

Peluncuran uang baru ini dilakukan oleh pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengedaran uang, S. Budi Rochadi, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, dan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang di Banjarmasin, Kalimantan, Kamis (9/7/2009).

“Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar,” urai Miranda.

Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009.

BI dalam siaran persnya menjelaskan, pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa.

Uang kertas baru pecahan Rp 2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet.

Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Selain itu, seperti pada saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp100.000 dan Rp20.000 tahun emisi 2004, serta Rp50.000 dan Rp10.000 tahun emisi 2005, BI juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembaran dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet dan 50 bilyet. Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbitan uang khusus.

Bagian depan uang 2000

Bagian depan uang 2000

Ini bagian belakangnya...

Ini bagian belakangnya...

Oleh: widodoputra1305 | Juli 4, 2009

Ujian Anatomi

Hari itu di Fakultas Kedokteran UI sedang berlangsung ujian anatomi hewan. Ujian kali ini susah banget. Mahasiswa harus bisa menentukan jenis/nama serangga dari potongan-potongan kaki yang diberikan si dosen.

Dua jam sudah berlalu. Nggak ada satu mahasiswa pun yang bisa menjawab soal ujian. Seorang mahasiswa yang bete abis memutuskan untuk keluar ruangan. Doi membanting pintu saking kesalnya. “Braaaakkkkk!!!!”

Mendengar suara pintu dibanting, si dosen marah besar. “Hey! Seenaknya saja kamu membanting pintu! Siapa nama kamu???!!!” teriak profesor anatomi itu.

Si mahasiswa yang sudah terlanjur berada di luar segera menjulurkan kakinya ke pintu sambil berkata,”Nih kaki saya, Prof. Coba tebak siapa nama saya?” (kapanlagi.com)

Oleh: widodoputra1305 | Juni 18, 2009

Tips Mengusir Nyamuk & Jual Plester


Tips Mengusir Nyamuk

Sebetulnya semua merk HP bisa digunakan sebagai obat nyamuk!, anda tidak percaya?
Lakukan langkah berikut ini :
1.Pegang HP anda dengan tangan
2.Cari nyamuk yang hinggap di dinding
3.Lemparkan HP dengan tepat ke arah nyamuk tersebut.
Lihat nyamuknya pasti mati, percayakan sekarang.

Jual Plester

“….Jikä
käü kecewä
dän b’sedih
krnä d’lükäi ücäpän Q,
….izinkän
kü hädir
meräwät
lükämü…
Krnä äkü…
JUAL PLESTER
Rp 500 @Biji
MAU BELI???

Oleh: widodoputra1305 | Juni 10, 2009

Buaya dan Kudanil (Ayub 40:10-28)

Hari-hari ini, kita sedang berada di penghujung dari akhir segala sesuatu. Beberapa hamba Tuhan serta tanda-tanda alam juga menegaskan bahwa waktunya tidak lama lagi. Ada kebutuhan sangat mendesak untuk bangsa ini, yakni bangkitnya umat Tuhan untuk siap bergerak satu irama dengan Dia untuk menuntaskan misi bagi bangsa Indonesia. Diperlukan umat yang kuat, tangguh, dan mengerti isi hati-Nya untuk dapat menuntaskan tanggung jawab ini. Perlu orang-orang yang mau membayar harganya untuk melihat lawatan Allah terjadi atas bangsa ini, dan bangsa ini diluputkan dari kesusahan besar.

Mari kita lihat apa yang disampaikan dalam khotbah ini:

Hari-hari ini, lawatan besar sedang dipersiapkan Allah untuk bangsa kita. Secara umum, ada dua cara bagaimana lawatan bisa terjadi:

a. Tunggu masa aniaya

b. Mulai dari sekarang

*Memang sih, secara “kecil2-an” di beberapa daerah sudah mulai ada penganiayaan terhadap kekristenan, namun intensitas-nya belum seberapa dibandingkan dengan apa yang akan terjadi. Setahu saya, di Alkitab tercatat bahwa penganiayaan terhadap orang Kristen dan lawatan Allah kayak berjalan berdampingan. Tapi kalo saya sih mending pilih yang poin (b) dong, daripada poin (a). Terserah Anda mau pilih yang mana…*

Nah, ada sesuatu yang menarik di dalam Akitab yang ternyata dapat menjadi rahasia untuk kita bisa menjalani kehidupan yang luar biasa di masa-masa seperti ini. Sebenarnya ada 10 macam binatang yang bisa kita pelajari, tapi dalam tulisan ini hanya ada dua karakteristik binatang yang akan kita pelajari bersama:

Bacaan: Ayub 40:10-28

(lihat gambarnya dulu yuk, biar bisa mbayangke)

Gigi buaya

Gigi-nya tuh lhoo...

Setelah cepak deh mendengar keluhan Ayub mengenai keadaan yang menimpanya (meskipun memang tidak mudah, guys!). Allah menjawab Ayub dengan cara yang menarik, yaitu menyuruhnya memperhatikan dua ciptaan yang luar biasa yang pernah dibuat oleh-Nya. Ini dia, hal yang menarik dari buaya dan kudanil!!!

Pertama, aktivitas di dalam air. Setelah dilihat, diraba, dan diterawang, ternyata euy, kudanil dan buaya mempunyai jantung dan paru-paru seperti manusia. Tapi anehnya, sebagian besar aktivitas dalam hidupnya dilakukan di air bo’! Kalo mau diprosentase sekitar 80%!!!

Yehezkiel 47:1-12 mengatakan ada aliran air yang membual dari Bait Suci. Tuhan mau agar setiap orang percaya tenggelam dalam aliran air tersebut, semakin lama semakin dalam, sampai seluruh hidup kita dilakukan “di dalam air”. Sejak dilahirkan kembali, sebenarnya status kita tidak seperti manusia lain pada umumnya. Kita tidak bisa lagi hidup dengan cara-cara yang lama, kebiasaan yang lama, dan sejenisnya. Allah Tuhan mau mengingatkan Ayub (dan kita semua) agar menenggelamkan dirinya dan seluruh aktivitasnya dalam aliran sungai Tuhan, tidak hanya dari apa kata orang. Mengalami sendiri kedahsyatan kuasa Tuhan dan bagaimana serunya hidup di dalam aliran Roh Kudus. Nggak heran kalo Ayub berkata, “Makanya ia berkata, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5). Seharusnya setidaknya 80% dari kehidupan kita, termasuk penggunaan waktu, pikiran, tenaga, keuangan, dll harus tenggelam dan dipengaruhi oleh Roh Kudus. Tidak bisa tidak!!! Kayak orang tenggelam dalam air itu lho… (ngerti kan?). So, mari belajar untuk melakukan segala sesuatu di dalam kuasa Roh Kudus, berada dalam lingkupan Roh Allah, semuanya untuk kemuliaan-Nya.

Kedua, kekuatan gigitan. Sampeyan jangan coba-coba bercanda dengan bermain “gigit-gigitan” dengan dua makhluk ini. Bisa sangat fatal akibatnya. Buaya dan kudanil mempunyai gigitan sangat kuat dan mantabs! Menurut penelitian, gigitan kudanil memiliki kekuatan sekitar 826kg per cm persegi, sedangkan buaya sebesar 315kg/cm2. Ayub 40:14 mencatat, “Dia yang pertama dibuat Allah, makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang.” Pedangnya nyelip di mana ya, wong beratnya aja bisa mencapai 1.600 kg? Hehe… Pedang maksudnya adalah gigitan super mautnya! Di dalam air, tidak ada binatang apa pun yang berani sama kudanil, termasuk hiu dan buaya. Demikian juga hiu nggak berani sama buaya, karena kalau wis digigit, wiissss…bisa modhar!!! Apa maksudnya?

Sebagai orang percaya, Allah mau kita mempunyai impian-impian yang besar bagi Kerajaan Surga. Ketika impian sudah ada, harus “digigit” kuat-kuat, berjuang sekuat tenaga, sampai nggak bisa lepas!!! Namun, kadangkala orang percaya nggak fair: punya impian besar tapi tidak mau membayar harganya alias gigitannya lemah kaliii. Misalnya nih, si A rindu melihat terjadi lawatan atas keluarganya, tapi doa aja kagak pernah, mau terjadi lawatan dari mana? Contoh lain, sei B ingin buat film tapi disuruh bikin naskah aja nggak pernah ada yang jadi, hal ini kaya’ gigitan yang lemah. Mana bisa digenapi? Ayo, sebagai anak-anak Tuhan, miliki impian yang besar, bawa kepada Tuhan, dan bayar harganya! Mulai dari apa yang ada, jangan nunggu adanya fasilitas. Orang yang memiliki “gigitan kuat” akan membuat keadaan tanpa fasilitas menjadi ADA fasilitas. Be creative, guys!!! Lets bite!!!

Ketiga, lebih memilih kualitas daripada kuantitas. Ada lagi hal yang luar biasa dari kedua binatang ini. Untuk melahirkan anak misalnya, mereka akan memilih (dengan selektif) kondisi tertentu yang paling cocok supaya anaknya bisa lahir dan berkembang maksimal. Demikian pula ketika mencari mangsa, mereka tidak melakukan dengan asal-asalan. Standarnya sangat tinggi. Sebagai orang percaya, jadilah pribadi yang berkualitas, jangan sembarangan, asal-asalan, dan lakukan segala sesuatu dengan spirit memberi yang terbaik!!! Koreksi hati kita seberapa kita berkualitas di hadapan Tuhan, apa pun yang kita lakukan.

Keempat, buaya memiliki daya adaptasi tinggi dan bisa bertahan dalam segala situasi. Alkitab mengatakan kalau kudanil adalah makhluk pertama yang dibuat oleh Allah, dan sampai sekarang masih tetap eksis di saat “teman-teman”-nya yang lain sudah pada passed-away semua atau sudah mengalami proses evolusi. Buaya juga idem. Daya survive mereka sangat menakjubkan! Sebagai umat Tuhan, kita perlu meminta kekuatan untuk memiliki daya tahan terhadap apa pun, bahkan keadaan yang ekstrem sekalipun! Lihat Paulus, bagaimana ia mengalami beberapa keadaan yang ekstrem: pernah dipuji bak seorang dewa tapi nggak lama kemudian dilempari batu sampai sekarat; atau ketika ia mengalami kekurangan dan kelimpahan dalam hidupnya. Dalam segala situasi, tekanan, cuaca, bahkan keadaan ekonomi apa pun, hendaknya kita tetap kuat, bisa beradaptasi dan selamat!!! (Nek bertahan ngos-ngosan tapi akhirnya mati ae kanggo opo.Hehehe…).

Lihatlah bagaimana kehidupan Ayub: ia pernah sangat bahagia dan sangat menderita; punya 10 anak dan pernah habis karena meninggal kabeh; sangat kaya dan sangat miskin; sangat sehat dan sakit parah! Ayub ibarat Kopassus yang bisa bertahan hidup, berjuang, bahkan menang atas segala keadaan yang ekstrem sekalipun.

BAGAIMANA DENGAN

SAUDARA? MARI MINTA

KEPADA TUHAN SUPAYA

ANDA MENGALAMINYA.

Oleh: widodoputra1305 | Juni 3, 2009

Nasib Anak-anak Kita

*Sebuah cerita singkat seorang mentor anak*

Mentor n Tutor PPA-IO 775 Domby Kid´s Hope JogjakartaSore kemarin, seperti biasa saya menghabiskan Selasa sore di PPA (Pusat Pengembangan Anak) di Terban. Agenda hari itu adalah: kunjungan ke rumah seorang anak yang sudah cukup lama tidak hadir di kelas. Sebelum pergi kunjungan, kami makan nasi goreng buatan bu Endang yang ¨maknyusss tenaaan¨ sambil asyik bercengkerama. Ternyata eh tenyata, sayup-sayup terdengar suara seorang anak yang bernyanyi, padahal sepertinya semua sedang makan. Ada hantu kah? Huss!! Mana ada hantu nimbrung maem nasi goreng? Hehehe…Ternyata (lagi), ada seorang anak terlihat membolak-balik buku kecil berisi syair lagu-lagu yang sedang hits di radio-radio dan tipi-tipi di Indonesia.

Pada awalnya saya masih tidak menyadari, tetapi lama-lama koq agak gatel ya ni telinga, terutama pas dengerin syair2 yang sangat amat nggak cocok banget dinyanyikan oleh mereka (apa pun alasannya…!!!). Sejurus kemudian, saya pun tersadar bahwa seolah-olah anak-anak zaman sekarang memang ¨tidak punya pilihan¨ tepatnya ¨diarahkan untuk memilih¨ konten2 lagu orang dewasa karena sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada, lagu-lagu yang pas untuk mereka. Beberapa tayangan yang mencari bakat anak-anak untuk diorbitkan jadi penyanyi pun setali tiga uang, alias podho wae.

Bayangkan aja coba, kalo setiap hari anak-anak ¨dicekoki¨ syair lagu seperti:

¨Cinta ini, membunuhku…¨

¨Pilihlah aku jadi pacarmu…¨

¨Tembak dia sebelum keduluan orang lain…¨

¨Mengapa hidupku seperti ini…¨

¨Kasihanilah aku…¨

dll

sementara lagu-lagu bertema persahabatan, perjuangan, penghormatan terhadap orangtua, menyayangi teman, dan lagu-lagu positif lainnya hampir-hampir tidak terdengar selain melalui program2 yang memutar koleksi lagu2 JADUL. Pantesaaann…Saya jadi tahu mengapa kecenderungan anak-anak zaman sekarang ngomongnya jorok, sukar menghormati ortu, daya juang rendah, mudah putus asa, atau sudah cinta-cintaan tanpa ngerti artinya. Nggak heran, karena setiap hari syair2 lagu yang masuk ke alam bawah sadar mereka lebih banyak negatifnya daripada yang positif. Jangan melupakan juga fakta menyedihkan perihal semakin banyaknya anak-anak yang dengan entengnya mengisap rokok, bahkan di depan sekolah tanpa ada yang peduli! Nggak heran, karena setiap hari mereka melihatnya di televisi dan tidak ada yang mengingatkan atau memberikan arahan yang jelas.

Sebagai seorang muda yang concern terhadap anak-anak, saya pun mencoba berpikir keras, bagaimana cara untuk mengubah kondisi ini. Sebuah penyelesaian yang menuntut kerjasama dari banyak pihak. Apa yang saya lakukan mungkin tidak banyak, hanya dua-tiga kali dalam seminggu, bergaul dengan mereka, mengajar akan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan, bahkan terkadang menantang mereka untuk BERANI menentang bila sesuatu yang salah diajarkan kepada mereka, misalnya: berbohong, mencuri, tidak mau memaafkan, tidak sopan, dll. Terkadang, saya hanya menikmati bermain dengan mereka, kejar-kejaran, dhelik-an, mendengar cerita atau bahkan membiarkan mereka nangkring di punggung sambil ketawa-ketawa. Saya sadar bahwa hal-hal sederhana semacam itu pun mungkin tidak pernah mereka dapatkan dari orangtua yang tidak terlalu memperhatikan mereka, bahkan mendengarkan cerita pun tidak.

Mungkin hal sederhana yang saya lakukan ibarat ngguyahi segoro (menggarami lautan), namun saya percaya, kalau sebuah batu kali (ukurane seberapa sih) yang dilesatkan Daud dengan umban-nya melesat kencang menembus dahi Goliat sehingga ia tersungkur dengan sukses, apa yang saya lakukan juga dapat memberi pengaruh positif dan cukup kuat untuk menopang mereka di masa mendatang. Bagi rekan2 yang memiliki talent, kemampuan, jabatan, atau hal-hal yang dapat membantu perkembangan anak secara positif, mari kita lakukan bagian kita di manapun kita berada. Tindakan kita seperti menambal lubang di sana-sini yang dewasa ini banyak terjadi dalam diri anak-anak kita, masa depan bangsa ini. Yakinlah bahwa Tuhan sangat mengasihi anak-anak, dan sama sekali tidak ingin mereka rusak atau menjadi hancur. Mari bergandengan tangan, coba lakukan sesuatu, biarkan Allah yang menguatkan, sehingga ada kesempatan bagi anak-anak kita menjadi lebih baik. Let´s Save Our Children for a Better Future for Our Nation!!! God Bless u all…

Oleh: widodoputra1305 | Mei 25, 2009

setia; aman; sejahtera

SETIA

se·tia a 1 berpegang teguh (pd janji, pendirian, dsb); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya, ia tetap — melaksanakannya; ia tetap — memenuhi janjinya; 2 tetap dan teguh hati (dl persahabatan dsb): telah sekian lama suaminya merantau, ia tetap — menunggu; 3 berpegang teguh (dl pendirian, janji, dsb): walau hujan turun dng lebatnya, ia tetap — memenuhi janji pergi ke rumah kawannya;
rahasia ark sekretaris pribadi; – usaha sekretaris;
ber·se·tia a tetap setia; setia selamanya;
ke·se·ti·a·an n keteguhan hati; ketaatan (dl persahabatan, perhambaan, dsb); kepatuhan;
- merek Kom kesetiaan konsumen thd suatu merek yg ditunjukkan melalui perhatian dan perbuatan untuk mengulang pembelian merek tsb secara berkala

AMAN

aman a 1 bebas dr bahaya: rakyat mengungsi ke tempat yg –; 2 bebas dr gangguan (pencuri, hama, dsb): kampungku akhir-akhir ini tidak –; 3 terlindung atau tersembunyi; tidak dapat diambil orang: simpanlah barang berharga ini di tempat yg –; 4 pasti; tidak meragukan; tidak mengandung risiko: membeli obat di apotek lebih — dp membeli di warung; 5 tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: tindakan sewenang-wenang akan membuat rakyat tidak merasa –;
meng·a·man·kan v 1 menjadikan tidak berbahaya, tidak rusuh (kacau, kemelut, dsb): alat negara telah berhasil ~ daerah yg dilanda kerusuhan; 2 menjadikan tenteram (hati); 3 melindungi; menyelamatkan: penutupan perairan Maluku dimaksudkan untuk ~ kekayaan laut di sekitar kepulauan tsb; 4 menjinakkan (ranjau, granat, meriam); 5 menyimpan atau menyembunyikan supaya tidak diambil orang; 6 menahan orang yg melanggar hukum demi keamanan umum dan keamanan orang itu dr kemungkinan tindakan main hakim sendiri: polisi ~ penjambret itu;
mem·per·a·man v menjadikan lebih aman: ia ~ rumahnya dng memasang kawat berduri di atas pagar temboknya;
peng·a·man n 1 orang yg mengamankan (negeri, kota); 2 alat untuk menghindarkan atau mencegah terjadinya kecelakaan;
peng·a·man·an n proses, cara, perbuatan mengamankan: pemeliharaan dan ~ tempat ibadah lebih diperkuat;
~ arsip Adm pemeliharaan surat;
ke·a·man·an n keadaan aman; ketenteraman: polisi bertugas menjaga (memelihara) ~ dan ketertiban;
~ bersama Pol 1 persetujuan resmi di antara negara (sebagian besar negara) di dunia untuk memelihara perdamaian internasional melalui badan-badan; 2 liga atau konfederasi negara yg diberi kekuasaan untuk menyusun perbedaan internasional dan menggunakan kekuatan untuk melawan agresor; ~ nasional Pol kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya dr ancaman luar

SEJAHTERA

se·jah·te·ra a aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dr segala macam gangguan);
me·nye·jah·te·ra·kan v membuat sejahtera; menyelamatkan (mengamankan dan memakmurkan dsb);
pe·nye·jah·te·ra·an n proses, cara, perbuatan menyejahterakan;
ke·se·jah·te·ra·an n hal atau keadaan sejahtera; keamanan, keselamatan, ketenteraman;
- jiwa kesehatan jiwa; - sosial keadaan sejahtera masyarakat

Oleh: widodoputra1305 | Mei 23, 2009

Me and GETAS

One of traditional food from Java This is a very delicious food. It´s sweet outside, but very soft inside. My mom and dad makes it everyday and sell it on a traditional market at Delanggu, Klaten, Central Java, but I can taste it only if I come home at holiday.Hmmmm….very yummy!!!

My and GETAS

Me and GETAS

Oleh: widodoputra1305 | Mei 22, 2009

Jeremy and Grace

Ini sedikit kisah seputar ke-mudik-an saya di hari libur (21/5) kemarin. Memang sempat ada perasaan nggak enak, merasa bersalah, dan kaya´ sayaaang banget karena nggak bisa ikutan MTR 2nd day di gereja. Gimana, masa´ ada tamu dari jauh (anak-nya tante) dari Sby datang dengan kedua anaknya, sekalian bareng om-tante saya yang di Jogja terus saya tinggalkan? Nggak aci, kan? Singkatnya, saya segera mencari kedua anaknya (sasaran utama saya) karena ingin bermain dan sedikit membagikan sesuatu yang saya punya kepada mereka.

Anak sulungnya bernama Jeremy (anggap saja seperti ini tulisannya). Usianya sekitar 3 tahun, sangat aktif, cerdas, cerewet, dan cepat akrab dengan ¨orang baru¨. Tidak butuh waktu lama untuk melihatnya berlarian di dalam rumah, main di selokan, atau mengejar anak-anak di dekat rumah yang sedang bermain sepeda. Sangat klop dengan keinginan saya, dan dengan segera saya terlibat dalam berbagai aktivitas bersama Jeremy, mulai dari berlari-lari, makan tempe bareng, sampai melihat adek kecil dari saudara yang tinggal di sebelah rumah.

Namun…

I really shocked dengan keadaan adiknya si Jeremy, sebut saja namanya Grace, umurnya sudah 2 tahun tapi masih belum bisa berjalan, hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata, tubuhnya cukup kurus untuk ukuran anak seusia dia, dan (maaf) sepertinya tidak terlalu diperhatikan oleh ortunya. Jelas dong, saya nggak tinggal diam dengan keadaan ini. Setelah mencoba menarik perhatian dia, mengajaknya berbicara, bercanda (walau ia masih menanggapi dengan ¨dingin¨), but I knew that she need it!

Setelah beberapa waktu, karena mamanya masak di dapur, saya pun mencoba menggendong-nya sambil melihat rintik2 hujan yang tertumpah dari langit. Eh, ternyata Grace terlihat sangat senang. Meski belum bisa tertawa lepas, tapi ngelihat tingkah koko-nya, si Jeremy, terlihat bahwa kebutuhan anak ini akan kasih sayang dari orangtuanya terlihat jelas. Tidak lupa, sambil menggendong, saya berdoa untuk keadaaannya supaya Tuhan menjamah dan memulihkannya. Beberapa orang sempat nyeletuk, ¨Kok dia bisa langsung mau digendong sama kamu, ya?¨ Dengan spontan saya menjawab sambil tersenyum, ¨Ya, itu kan karena Tuhan sudah mengurapi saya. That´s why i uses many times to serving children…¨ Saya pun menyinggung keberadaan saya di pelayanan Domby Kid´s Hope. Mereka semua mengaminkan-nya. (Thanks God, for this special anointing) :-D

Tidak terasa sudah tiga jam lebih mereka berada di rumah. Saya bersyukur bisa berbagai perhatian dan kasih dengan Jeremy dan Grace. Selama beberapa hari ini, mereka Jeremy, Grace, dan mamanya masih berada di Jogja, tempat di mana saya beraktivitas, so, kemungkinan masih akan ada kelanjutan cerita ketika saya berkunjung ke rumah tante saya.

Sekian dulu ya ceritanya. Besok-besok disambung lagi…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.