Hari-hari ini, kita sedang berada di penghujung dari akhir segala sesuatu. Beberapa hamba Tuhan serta tanda-tanda alam juga menegaskan bahwa waktunya tidak lama lagi. Ada kebutuhan sangat mendesak untuk bangsa ini, yakni bangkitnya umat Tuhan untuk siap bergerak satu irama dengan Dia untuk menuntaskan misi bagi bangsa Indonesia. Diperlukan umat yang kuat, tangguh, dan mengerti isi hati-Nya untuk dapat menuntaskan tanggung jawab ini. Perlu orang-orang yang mau membayar harganya untuk melihat lawatan Allah terjadi atas bangsa ini, dan bangsa ini diluputkan dari kesusahan besar.
Mari kita lihat apa yang disampaikan dalam khotbah ini:
Hari-hari ini, lawatan besar sedang dipersiapkan Allah untuk bangsa kita. Secara umum, ada dua cara bagaimana lawatan bisa terjadi:
a. Tunggu masa aniaya
b. Mulai dari sekarang
*Memang sih, secara “kecil2-an” di beberapa daerah sudah mulai ada penganiayaan terhadap kekristenan, namun intensitas-nya belum seberapa dibandingkan dengan apa yang akan terjadi. Setahu saya, di Alkitab tercatat bahwa penganiayaan terhadap orang Kristen dan lawatan Allah kayak berjalan berdampingan. Tapi kalo saya sih mending pilih yang poin (b) dong, daripada poin (a). Terserah Anda mau pilih yang mana…*
Nah, ada sesuatu yang menarik di dalam Akitab yang ternyata dapat menjadi rahasia untuk kita bisa menjalani kehidupan yang luar biasa di masa-masa seperti ini. Sebenarnya ada 10 macam binatang yang bisa kita pelajari, tapi dalam tulisan ini hanya ada dua karakteristik binatang yang akan kita pelajari bersama:
Bacaan: Ayub 40:10-28
(lihat gambarnya dulu yuk, biar bisa mbayangke)
Setelah cepak deh mendengar keluhan Ayub mengenai keadaan yang menimpanya (meskipun memang tidak mudah, guys!). Allah menjawab Ayub dengan cara yang menarik, yaitu menyuruhnya memperhatikan dua ciptaan yang luar biasa yang pernah dibuat oleh-Nya. Ini dia, hal yang menarik dari buaya dan kudanil!!!
Pertama, aktivitas di dalam air. Setelah dilihat, diraba, dan diterawang, ternyata euy, kudanil dan buaya mempunyai jantung dan paru-paru seperti manusia. Tapi anehnya, sebagian besar aktivitas dalam hidupnya dilakukan di air bo’! Kalo mau diprosentase sekitar 80%!!!
Yehezkiel 47:1-12 mengatakan ada aliran air yang membual dari Bait Suci. Tuhan mau agar setiap orang percaya tenggelam dalam aliran air tersebut, semakin lama semakin dalam, sampai seluruh hidup kita dilakukan “di dalam air”. Sejak dilahirkan kembali, sebenarnya status kita tidak seperti manusia lain pada umumnya. Kita tidak bisa lagi hidup dengan cara-cara yang lama, kebiasaan yang lama, dan sejenisnya. Allah Tuhan mau mengingatkan Ayub (dan kita semua) agar menenggelamkan dirinya dan seluruh aktivitasnya dalam aliran sungai Tuhan, tidak hanya dari apa kata orang. Mengalami sendiri kedahsyatan kuasa Tuhan dan bagaimana serunya hidup di dalam aliran Roh Kudus. Nggak heran kalo Ayub berkata, “Makanya ia berkata, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5). Seharusnya setidaknya 80% dari kehidupan kita, termasuk penggunaan waktu, pikiran, tenaga, keuangan, dll harus tenggelam dan dipengaruhi oleh Roh Kudus. Tidak bisa tidak!!! Kayak orang tenggelam dalam air itu lho… (ngerti kan?). So, mari belajar untuk melakukan segala sesuatu di dalam kuasa Roh Kudus, berada dalam lingkupan Roh Allah, semuanya untuk kemuliaan-Nya.
Kedua, kekuatan gigitan. Sampeyan jangan coba-coba bercanda dengan bermain “gigit-gigitan” dengan dua makhluk ini. Bisa sangat fatal akibatnya. Buaya dan kudanil mempunyai gigitan sangat kuat dan mantabs! Menurut penelitian, gigitan kudanil memiliki kekuatan sekitar 826kg per cm persegi, sedangkan buaya sebesar 315kg/cm2. Ayub 40:14 mencatat, “Dia yang pertama dibuat Allah, makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang.” Pedangnya nyelip di mana ya, wong beratnya aja bisa mencapai 1.600 kg? Hehe… Pedang maksudnya adalah gigitan super mautnya! Di dalam air, tidak ada binatang apa pun yang berani sama kudanil, termasuk hiu dan buaya. Demikian juga hiu nggak berani sama buaya, karena kalau wis digigit, wiissss…bisa modhar!!! Apa maksudnya?
Sebagai orang percaya, Allah mau kita mempunyai impian-impian yang besar bagi Kerajaan Surga. Ketika impian sudah ada, harus “digigit” kuat-kuat, berjuang sekuat tenaga, sampai nggak bisa lepas!!! Namun, kadangkala orang percaya nggak fair: punya impian besar tapi tidak mau membayar harganya alias gigitannya lemah kaliii. Misalnya nih, si A rindu melihat terjadi lawatan atas keluarganya, tapi doa aja kagak pernah, mau terjadi lawatan dari mana? Contoh lain, sei B ingin buat film tapi disuruh bikin naskah aja nggak pernah ada yang jadi, hal ini kaya’ gigitan yang lemah. Mana bisa digenapi? Ayo, sebagai anak-anak Tuhan, miliki impian yang besar, bawa kepada Tuhan, dan bayar harganya! Mulai dari apa yang ada, jangan nunggu adanya fasilitas. Orang yang memiliki “gigitan kuat” akan membuat keadaan tanpa fasilitas menjadi ADA fasilitas. Be creative, guys!!! Lets bite!!!
Ketiga, lebih memilih kualitas daripada kuantitas. Ada lagi hal yang luar biasa dari kedua binatang ini. Untuk melahirkan anak misalnya, mereka akan memilih (dengan selektif) kondisi tertentu yang paling cocok supaya anaknya bisa lahir dan berkembang maksimal. Demikian pula ketika mencari mangsa, mereka tidak melakukan dengan asal-asalan. Standarnya sangat tinggi. Sebagai orang percaya, jadilah pribadi yang berkualitas, jangan sembarangan, asal-asalan, dan lakukan segala sesuatu dengan spirit memberi yang terbaik!!! Koreksi hati kita seberapa kita berkualitas di hadapan Tuhan, apa pun yang kita lakukan.
Keempat, buaya memiliki daya adaptasi tinggi dan bisa bertahan dalam segala situasi. Alkitab mengatakan kalau kudanil adalah makhluk pertama yang dibuat oleh Allah, dan sampai sekarang masih tetap eksis di saat “teman-teman”-nya yang lain sudah pada passed-away semua atau sudah mengalami proses evolusi. Buaya juga idem. Daya survive mereka sangat menakjubkan! Sebagai umat Tuhan, kita perlu meminta kekuatan untuk memiliki daya tahan terhadap apa pun, bahkan keadaan yang ekstrem sekalipun! Lihat Paulus, bagaimana ia mengalami beberapa keadaan yang ekstrem: pernah dipuji bak seorang dewa tapi nggak lama kemudian dilempari batu sampai sekarat; atau ketika ia mengalami kekurangan dan kelimpahan dalam hidupnya. Dalam segala situasi, tekanan, cuaca, bahkan keadaan ekonomi apa pun, hendaknya kita tetap kuat, bisa beradaptasi dan selamat!!! (Nek bertahan ngos-ngosan tapi akhirnya mati ae kanggo opo.Hehehe…).
Lihatlah bagaimana kehidupan Ayub: ia pernah sangat bahagia dan sangat menderita; punya 10 anak dan pernah habis karena meninggal kabeh; sangat kaya dan sangat miskin; sangat sehat dan sakit parah! Ayub ibarat Kopassus yang bisa bertahan hidup, berjuang, bahkan menang atas segala keadaan yang ekstrem sekalipun.
BAGAIMANA DENGAN
SAUDARA? MARI MINTA
KEPADA TUHAN SUPAYA
ANDA MENGALAMINYA.
Pada ngomong apaan ya?